Bisnis Uncategorized 

GETTING READY FOR DEMOGRAPHIC BONUS

Dailynewsjakarta.com (05/12/2017)

Indonesiax. platform pendidikan dan pengembangan keterampilan online yang bisa diakses
secara gratis menggelar konferensi bertajuk. Indonesian Economy : Getting Ready for Demographic

Bonus . IndonesiaX sadar bahwa Indonesia adaIah negara yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi, potensi yang mulai diperhatikan dunia internasional. Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus demogran pada tahun 2020-2035 dengan puncak bonus demogran pada sekitar tahun 2030-2035.

Bonus demografi dapat menjadi kebaikan bagi bangsa Indonesia apabila masyarakat serta pemerintah dapat bekeriasama mempersiapkan periode puncak bonus demografi tersebut. Namun hal tersebut akan berbanding terbalik apabila masyarakat dan pemerintah tidak memiIiki persiapan dan juga kerjasama Prof Muhammad Nuh. Ketua Dewan Penasehat IndonesiaX mengatakan. “Populasi penduduk usia produktif sangat besar periode 2010-2035. Pertanyaannya, itu mau jadi nikmat atau Iaknat? Jadi bonus demograti atau demografi disaster? OIeh karena itu, mau tidak mau, untuk menjadikan bonus demogran. dua hal yang harus diperhatikan adaIah sehat dan cerdas pada seIuruh dimensi. Maksudnya. meliputi bidang kesehatan dan pendidikan. Kesehatan ibarat hardware, pendidikan software nya. Software dan hardware harus sesuai agar pelaksanaannya optimal.”

Melalui kursus-kursus yang dapat diakses secara gratis melalui website IndonesiaX co.id, dikenalkan pembahasan cara belajar di Indonesia. Dalam rangka menyokong pembentukan generasi muda yang berkualitas. IndonesiaX telah meluncurkan Massive Open OnIine Course (MOOC) seperti ‘The Art of Startup’ yang dibawakan oIeh Port. Rhenald Kasali, ‘Pubic Speaking” oIeh DR. Sri Sedyaningsih, “Effective Marketing in Digital Era’ oIeh Hennawan Kartajaya. ‘Cyber Law: Rights and Obligations” oIeh DR. Edmon Makarim. ‘Information Security: Protecting Your Data in Digital Age” oIeh Budi Rahardjo. Ph.D.. ‘Introduction to Stock Exchange’ oIeh Ito Warsito, “The Art of Selling” oIeh Budianto Andreas dan “Introduction to GeneraI Banking and Product‘ oIeh Achmad Baiquni (Presiden Direktur Bank BNI).

IstiIah Bonus Demogran merupakan istilah yang seringkali dipakai di Indonesia, namun istiIah yang sering digunakan daIam Iiterature ekonomi adaIah Demographic Dividend. Penggunaan istiIah ‘bonus’ diperkenalkan oIeh, Prof. Sri Moertiningsih Adioetomo. ekonom Universitas Indonesia, daIam pidato pengukuhannya sebagai guru besar di tahun 2005. AIasan beliau. kata ‘dividend‘ bukan sesuatu yang dikenal oIeh khaIayak public di Negara ini karena hanya sedikit yang mempunyai saham; berbeda dengan kata ‘bonus’. Sayangnya perbedaan istiIah ini membawa konsekuensi yang berbeda. Secara teknis, dividend merupakan imbaI hasiI dari saham, sedangkan bonus merupakan imbalan yang diberikan karena peken’aan yang baik. Namun, daIam percakapan sehan-hari, kata bonus diasosiasikan dengan ‘gaji tambahan’ atau ‘hadiah/pemberian cuma-cuma’. Akibatnya, ketika orang mendengar kata ‘bonus demografi’. mereka berpikir bahwa hal itu merupakan sesuatu yang secara otomatis tanpa ada upaya tambahan. PadahaI. ide demographic dividend adaIah sesuatu yang kita dapatkan hanya kaIau kita sudah melakukan investasi awaI (misaInya membeli saham), bukan ‘hadiah’.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani mengatakan, ‘Anggaran yang tersedia harus diprioritaskan untuk diinvestasikan untuk pembangunan manusia. infrastruktur, dan institusi. Dalam hal ini, di APBN 2018 ankasi untuk pendidikan dialokasikan sebesar Rp. 444 triliun atau Iebih dari 20% belanja pemerintah sebesar Rp. 2.220 truliun. Banyaknya penduduk produktif di usia muda juga mampu membuat kondisi fiskaI semakin baik karena tingginya kemampuan membayar pajak. Pajak yang didapatkan kemudian dimanfaatkan untuk berbagai hal termasuk jaminan kesehatan bagi penduduk yang tidak Iagi muda.

Lucy Pandjaitan Mangoendipoero, Founder dan CEO IndonesiaX menyatakan bahwa “sejak diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2015, jumlah pembelajar IndonesiaX terus meningkat seiring bertambahnya jumlah kursus yang kini telah mencapai 24. Sampai dengan 28 November 2017, total pembelajar IndonesiaX sudah mencapai adaIah 135,116 yang tersebar di 34 propinsi di seIuruh Indonesia, dan 707 kota di 82 negara. 45 persen dari kelompok usia di bawah 25 tahun dan 35 persen dari kelompok usia 25 ke 34 tahun”. (Lelly)

Related posts

Leave a Comment