Gaya Hidup 

APVI NYATAKAN SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM RANGKA PENGATURAN /REGULASI PEREDARAN ROKOK ELEKTRIK DI INDONESIA

Dailynewsjakarta.com (Sabtu,04/12/2017)

Dalam acara press-conference yang dia gelar oleh APVI (Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia), APVI menyatakan dukungannya kepada Pemerintah yang akan meregulasi Vape atau Rokok Elektrik di Indonesia.

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) menyatakan pemerintah akan dapat sumber penerimaan cukai baru dengan jumlah yang cukup besar.

Hal tersebut seiring dengan keseriusan pemerintah untuk mengenakan cukai pada likuid atau essence rokok elektrik (vape/e-sigaret) sebesar 57% yang berlaku pada 1 Juli 2018.

“Dengan melihat harga likuid satu botol 60 ml Rp 100-200 ribu, kita hitung cukainya itu akan menjadi pemasukan pemerintah yang lumayan besar,” kata Kepala Humas APVI Rhomedal saat diwawancari, Jakarta, Sabtu (4/11/2017).

Rhomedal mengaku belum bisa menghitung berapa angka pasti kontribusi likuid pada penerimaan cukai ke depannya. Hanya saja, bisa dipastikan besar karena hingga saat ini terdapat sekitar 3.500 toko vape yang tersebar di Indonesia.

“Jumlah toko di Indonesia ini ada 3.500, seluruh Indonesia dan kalau untuk Jabodebatek sendiri itu sudah hampir 1.000-an sendiri dari 3.500 toko,” tambah dia.

Selain itu, kata Rhomedal, pengenaan cukai pada likuid rokok elektrik juga akan memberikan kepastian usaha dan tindak penyalahgunaannya.

“Kalau memang dibuat regulasi itu sebenarnya benar, kalau kekhawatiran juga benar, karena pedagang ada yang bermoral dan ada yang enggak, jadi ada anak umur 6 tahun beli dikasih yang penting dapat duit, hal-hal ini dibatasi pakai regulasi,” kata dia.

“Drugs juga sekarang oknum-oknum masukin lewat vape. Yang begini harus diberantas, jadi pemerintah buka mata dengan cukai ini akan memperkecil, dan jalur distribusi likuid yang boleh dijual lisensi standarisasi SNI dan BPOM-nya akan dipikirkan juga, itu akan bagus,” sambung dia.

Akan lebih bijak apabila angka cukai dibuat dengan mempertimbangkan segala aspek dan mengingat umur industri ini yang boleh dikatakan masih muda dan butuh dukungan, sehingga industri ini dapat tetap bertumbuh baik dan bukan menjadi resiko bagi kelangsungan industri.

Pengguna juga menyampaikan hal positif yang mereka rasakan, seperti tidak bau, tidak lagi merasakan dahak yang menggangu di pagi hari, hasil rontgen yang bagus, sampai stamina dan tubuh yang terasa lebih fit setelah beralih ke Vape. (lelly)

Related posts

Leave a Comment