Religi 

UMAT ISLAM INDONESIA MENOLAK INTERNASIONALISASI 2 KOTA SUCI DAN PENGELOLAAN HAJI/UMROH

Dailynewsjakarta.com (15/02/2018)
Munculnya propaganda tentang internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci
Makkah dan Madinah membuat kami umat Islam Indonesia merasa perlu menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

Internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci Makkah dan Madinah akan menimbulkan problema besar dan persengketaan serta perselisihan yang sangat
berbahaya dan dapat memicu situasi chaos dalam pelaksanaan ibadah haji bahkan dapat
menjadi ancaman bagi stabilitas dua tanah suci dan wilayah sekitarnya .

Pemerintah Saudi Arabia telah memberikan perhatian yang sangat besar dalam penyelenggaraan Ibadah Haji serta ururan dua tanah suci. Hal ini terbukti dengan
pembangunan dan renovasi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta perluasan keduanya berlipat-lipat ganda serta pembangunan jalan dan sarana – prasarana yang sangat
berkualitas demi kemudahan pelaksanaan ibadah haji dan umrah , dan Saudi Arabia terus menerus membuat kedua masjid suci tersebut semakin besar dan indah dari waktu ke waktu.

Berdasarkan apa yang tersebut di atas, maka tidak ada kebutuhan dan alasan untuk internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci Makkah dan Madinah.

Oleh karena itu Indonesia yang diwakili oleh para ulama dan tokoh- tokohnya serta bangsa Indonesia secara umum menolak semua upaya untuk internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci Makkah dan Madinah dari pihak atau negara manapun juga.

Acara Konferensi Pers yang dilaksanakan di AQL Islamic Center Tebet Jakarta, Kamis (15/2).
Adapun yang Hadir
1. Muh. Zaibun Rasmin ( Ketua Ikatan Ulama dan Da’I Sekuruh Asia Tenggara).
2. Bactiar Nasir ( Sekjen MIUMI ).
3. Nasser Haris ( Majelis Ormas Islam ).
4. Bambang Santoso ( Ketua Dewan Masjid Bali / MUI Bali )
5. Prof Dr. Musmi ( Rekyor Univ. Ibnu Chaldun ).
6. Dr. Haikal Hasan ( Ketua Aliansi Anti Syiah DKI ). # (Lely)

Related posts

Leave a Comment