Ekonomi 

MASYARAKAT TAK PERLU TAKUT MENGKONSUMSI PRODUK MAKANAN KALENG KARENA SUDAH LOLOS UJI STANDART SNI

DAILYNEWSJAKARTA.COM (31/03/2018)

Masyarakat dibuat resah dengan adanya cacing anisakis pada produk ikan makarel kalengan.
Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia Ady Surya menerangkan, 27 merek dagang produk ikan makarel yang ditarik dari peredaran, sudah melewati standarisasi ketat dan utuh.
“Kami telah melakukan semua SOP, secara ketat. Selama 30 tahun industri ini, baru kali ini terjadi, dan kami menilai ini adalah accident,” ujarnya di Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (31/3/2018).

Ditemui dalam acara preskon APIKI Managing Director Ayam Brand Mardiana Kurniasi yang panggilan akrabnya Dian mengatakan sangat kaget dengan isu sekarang ini karena apa yang sudah menjadi standart pemerintah sudah Kami ikuti, seperti peraturan yang dikeluarkan oleh KKP, Badan Pom dan dari industri, ada juga yang terbaru seperti SNI sudah kami ikuti semua.

Karena kami perusahaan yang sudah go international row materialnya “Kami dapatkan ikan dalam bentuk beku dan mostly frozen on board. Pembekuan di atas kapal ketika masuk dan masuk cold storage -20 sampai -30 derajat celsius. Dalam kondisi ini anisakis itu sudah mati karena dia mati di -20 derajat celsius. Dalam proses selanjutnya cacing ini mati pertama,”

Tidak hanya itu, produsen ikan kaleng juga melakukan pembersihan dengan cara memotong kepala dan isi perut, pencucian, lewat alat semprot khusus dan dimasak kemudian masuk vacum sterilization. dan dipanaskan dengan suhu di atas 121 derajat celsius. Hal itu merupakan bagian dari standarisasi mutu seperti Good Manifacturing Practices (GMP) dan juga standar mutu makanan dari Badan POM. Artinya cacing mati ke dua,” ucapnya.

Pakar Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor Prof Purwiyatno Hariyadi menambahkan, tindak pencegahan harusnya dilakukan secara bijak dengan tidak menarik semua produk ikan makarel kaleng di pasaran.

Menurut Wakil Ketua Codex Alimentarius Commission ini, penarikan cukup pada batch tertentu saja, yang diduga teridentifikasi parasit cacing.
“Setiap pengolahan ada batch (semacam nomor produksi), diketahui kapan tanggal dan masanya saat ikan tersebut diolah. Dicari saja nomornya, lalu itu yang ditarik dan ditelusuri, sehingga tidak perlu semuanya ditarik seperti ini,” sarannya.

Bagaimana kita menjual kalau Toko takut, semua diturunin yang bermasalah makarael, sarden dan ikan tuna juga ikut di turuni, bagaimana kita menyingkapinya, makanya kami ingin bersama teman teman mengedukasi kalau ikan kaleng itu higienis.

Kami berharap situasi ini bisa clear sehingga masyarakat bisa percaya dalam mengkomsumsi ikan kaleng, karna ikan adalah sumber protein yang paling bagus, karena mengandung omega 3, justru ikan kaleng yang paling higienis karena melewati pemeriksaan.(lelly)

Related posts

Leave a Comment