Hukum 

TERDUGA DPO KASUS PENIPUAN MASIH BEBAS BELUM TERCIDUK OLEH POLSEK CILINCING

 

DAILYNEWSJAKARTA.COM (11/05/2018)

Polemik kasus harta warisan yang tengah terjadi didalam Keluarga besar H.Ismayadi hingga kini belum juga selesai.

Pertentangan sengit antara keturunan isteri pertama (Yanti Mala) dengan isteri kedua (Kartinah).

Ade Aryudi ,SE ( putra dari pasangan Ismayadi dengan Kartinah) yang merupakan adik tiri Iwan Kurniawan.(putra dari pasangan Ismayadi dengan Yanti Mala) yang diberitakan sebelumnya bahwa Ade Aryudi ,SE diduga telah memalsukan tanda tangan Lurah dan NIP Cakung Timur Sumardiyono pada Akta Jual Beli (AJB) sebidang tanah yang dibeli almarhum ayahnya.

Kini Ade Aryudi, SE yang sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dan telah menjadi tersangka kasus dugaan pemalsuan dan atau memberikan keterangan palsu kedalam akta autentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 dan atau pasal 266 KUHP, terpantau berada disebuah bengkel dijalan raya Cakung-cilincing Jakarta Timur.

Menurut ketua Ledham DPW Jateng Dr (H.C), Ir.Rismauli D .Sihotang dan Ulrikus Ladja, SH (Kabiro Advokasi Ledham) yang juga sebagai kuasa Hukum dari Iwan kurniawan meluruskan terkait dengan kliennya bahwa laporan Polres Jaktim saat ini Pra Perdilan sudah dimenangkan oleh pihak Polres Jak Tim terhadap lawan dari klien kami iwan kurniawann yaituyaitu Ade Aryudi.

Pada tanggal 1/02/2018 dalam proses perkembangan kasus Penyelidikan Polres Jaktim Unit Harda.

Risma mengatakan “Dalam perkembangan selanjutnya kami team kuasa hukum Iwan menerima SP 2 dari polres Jak Tim yang menyatakan telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Ade Aryudi,SE , guna mencari keberadaan Yudi Ayudi tersebut, dan SP2HP dari Polres JakTim pelimpahan sudah dilakukan tahap pertama ke Kejaksaan Jak-Tim dan SOP Polres itu tentunya sudah benar ,”ujar Risma

Bahkan pada tanggal 24 april 2018 pihak kejaksaan telah menerima proses pelimpahan dari polres Jakarta-Timur.

Namun kini Ade Aryudi, SE , yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dan sudah menjadi tersangka kasus dugaan pemalsuan dan atau memberikan keterangan palsu ke dalam akte otentik sebagaimana dimaksud alam pasal 263 an atau pasal 266 KUHP, terpantau berada disebuah bengkel di jalan raya Cakung Cilincing Jakarta Timur.

Dalam jumpa pers dikantornya di gedung Cawang Kencana Jakarta Timur (Jumat 11/05/2018) Risma lebih jauh menjekaskan koordinasinya bersama pihak penyidik polres Jakarta Timur akan bersinergi saling terbuka dan saling membantu dalam kasus ini ,namun ketika tim kuasa hukum menyampaikan informasi keberadaan DPO Ade Aryudi ada di lokasi , terpantau Ade Aryudi justru diduga sedang didampingi petugas Polsek Cilincing dan seorang yang diduga oknum TNI .padahal informasi berikut foto DPO yang bersangkutan ada di lokasi.namun dengan berbagai alasan DPO tersebut dibiarkan saja tidak ada pelaksanaan penangkapan.

Dari kordinasi kuasa hukum ketika DPO ada disekitat Cacing (08/05/2018) sampai jam 14.18 wib kanit Harda mengatakan masih gelar temannya di Cilincing.

Hal ini merupakan babak baru dari proses hukum terhadap Ade Aryudi terkait pemalsuan dokumen yang dibiarkan bebas berkeliaran meskipun sudah berstatus DPO.

Risma menegaskan kembali pernyataannya “kenapa Polres Timur kordinasinya ke Polsek Cilincing ?? yang lebih rendah?? “,tuturnya.

Lebih jauh Risma menuturkan dari informasi masyarakat yang beredar kebetulan Ade Aryudi juga diketahui telah menjadi tersangka pada kasus narkoba di kp 3 Jakarta Utara , yang bersangkutan pesta shabu dan kerap melakukan transaksi.

Kejanggalan yang menjadikan pertanyaan adalah ketika Ade walaupun sudah bersama pihak kepolisian namun bukannya diamankan DPO tersebut , malah informasi yang didapat pada saat wartawan masuk ke bengkel tersangka telah kabur melarikan diri, terkesan dibiarkan pergi tidak ditangkap.

Kanit Reskrimum Polres Metro Jakarta Timur , AKP Sutono ketika ditanya awak media saat disambangi di ruang kerjanya Rabu(09/05/2018) /mengatakan bahwa terkait kasus pemalsuan ini masih dalam proses penyidik, “itu semua teknis dari kepolisian nantinya “.tuturnya .

“Itukan tugas penyidik dan saya pun selalu koordinasi terkait kasus ini , yang jelas ini sedang proses itu nanti kita tindak lanjuti perkara ini “,ujar Sutono.

Ketika ditanya terkait lambannya penanganan kasus tersebut , hal ini dibantah Sutono karena mekanisme yang tengah berjalan .”Bukan lamban dipastikan ada alasan tersendiri ,” jelas Sutono.(Lly).

Related posts

Leave a Comment