Teknologi 

PENGHARGAAN SINTA AWARD TAHUN 2018 DI BERIKAN OLEH MENRISTEK DIKTI MOHAMAD NASIR

DAILYNEWSJAKARTA.COM, (04//07/2018)

World Class University (WCU) mendapatkan publikasi Ilmiah, mencakup jumlah dan situasi sebagai salah satu indikator dalam melakukan pemeringkatan perguruan tinggi di seluruh dunia.

Sekalian dengan itu jurnal ilmiah indonesia, sebagai wadah publikasi ilmiah terus mengalami peningkatan baik yang terakreditasi nasional maupun bereputasi Internasional. sebagai apresiasi terhadap upaya yang dilakukan daam mendorong peningkatan publikasi dan jurnal,

pemberian penghargaan Sinta Awrards yang diberikan langsung oleh Kemenristek Dikti.
Pemberian penghargaan yang dilaksanakanpada Rabu, 4 Juli 2018 pukul 17:30 WIB di Auditorium Gedung D Lantai 2 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Jakarta Pusat,

Indonesia patut berbangga karena jumlah publikasi ilmiah Indonesia di Scopus berada pada rangking kedua di ASEAN, di atas Singapora dan Thailand . Hingga 30 Juni 2018, tercatat jumlah publikasi ilmiah internasional Indonesia yang terindeks global mencapai 12.233 publikasi. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir mengatakan jumlah tersebut telah melampaui Singapura yang semula berada pada posisi di atas Indonesia.

Namun, jika dibandingkan dengan Malaysia (12.492 publikasi), Indonesia masih tertinggal. “Tidak lama lagi jumlah publikasi ilmiah internasional kita akan melampaui Malaysia. Bahkan target kita hingga akhir tahun sudah menembus angka 15 ribu sampai 17 ribu publikasi,” ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia pun optimistis di akhir 2019, Indonesia akan menduduki posisi puncak dengan jumlah publikasi ilmiah internasional paling tinggi di ASEAN.

Hal itu tentu tidak terlepas dari dukungan program dan kebijakan KeMenristek Dikti, khususnya di dunia penelitian perguruan tinggi dan juga lembaga penelitian. Salah satu kebijakan yang diharapkan dapat mendongkrak semangat dosen dan peneliti untuk dapat terus melakukan penelitian dan publikasi ilmiah ialah dengan diterbitkannya Permenristek Dikti No 20/2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Regulasi itu mengamanatkan publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator untuk melakukan evaluasi terhadap pemerian tunjangan profesi dosen dan kehormatan guru besar.

Muhammad Dimyati – Direktur Jenderal penguatan Riset dan Pengembangan menjelaskan
publikasi ilmiah saat ini memegang peranan sangat penting sebagai bukti pertanggung jawaban ilmiah hasil penelitian sehingga dapat dikenal luas secara global.

Peningkatan ini adalah dampak dari kebijakan – kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya untuk mendukung peningkatan publikasi dan jurnal.

Selain acara pemberian penghargaan Sinta Awards 2018, kegiatan ini juga akan dirangkai dengan Relaunching 4 Program Unggulan yaitu RUJUKAN (Rumah Jurnal Keilmuan), GARUDA (Garda Rujukan Digital), ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional), SINTA (Science and Technology Index) dan Hibah & Bantuan (Pemberian Hibah dan Insentif Publikasi dan Jurnal).

pemberian sinta award diberikan untuk 3 kategori besar, yaitu (1) award untuk institusi Litbang/Perguruan Tinggi, (2) award untuk Individu Peneliti, (3) award untuk Pengelola Jurnal, yang mencakup 20 sub-kategori rinci yang dibuat berdasarkan pelaksanaan yang dilakukan oleh stakeholders dari perguruan tinggi serta lembaga penelitian dan pengembangan.

Penghargaan tersebut diberikan kepada dosen, peneliti, institusi dan pengelola jurnal yang telah menumbuhkan prestasi yang nyata Dalam peningkatan publikasi dan jurnal ilmiah.

“Sampai 26 Juni 2018 telah terdaftar lebih dari 109.000 dosen, 4.530 lembaga, 2.066 jurnal, 9.905 buku dan1.445 kekayaan intelektual yang sudah masuk terindeks di SINTA berdasarkan hasil verifikasi, akreditasi dan evaluasi.” -ujar Dimyati

Sinta dalam kurun waktu satu tahun telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, dari sisi kualitas dan kuantitas, Integrasi data yang sebelum nya hanya dilakukan dengan Google Scholar dan Scopus, ditingkatkan dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk buku, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual untuk Paten dan Hak cipta, serta Orchid dan Web of Science untuk publikasi Internasional.

“SAYA ucapkan selamat, semoga dapat menjadi pemacu dan pemicu dosen, peneliti, institusi, dan pengelola jurnal untuk terus meningkakan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah baik secara nasional maupun internasional.” -tutup Nasir. (lelly)

Related posts

Leave a Comment