Politik 

GBKP ADAKAN SOSIALISASI EMPAT PILAR – ANTI GOLPUT

DAILYNEWSJAKARTA.COM, (12/08/2018)

Melihat besarnya angka ketidakikutsertaan (Golput) dalam setiap Pemilihan Umum yang dilaksanakan oleh pemerintah (Pusat dan Daerah) dan kurangnya kepedulian masyarakat mengenai Politik,

GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) melalui Mamre (Kaum Bapak) dan Permata (Kaum Pemuda) Klasis Jakarta – Banten melaksanakan kegiatan bertajuk “SEMINAR POLITIK MAMRE PERMATA” dengan harapan melalui kegiatan tersebut semua jemaat GBKP se-Klasis Jakarta – Banten memiliki pemahaman yang benar mengenai Politik dan akan menggunakan hak pilihnya dalam setiap Pemilihan umum yang diselenggarakan oleh Pemerintah.

Jadi sangat disayangkan jika rakyat apatis lalu memutuskan tidak berpartisipasi atau golput. Sangat penting untuk rakyat sadari bahwa rakyat memiliki hak yang sudah diberikan UUD kepada masyarakat saat sosialisasi Empat pilar kebangsaan di Gedung Juang, Jakarta Pusat, Minggu (12/08/2018)

Salah satu bukti dari masyarakat untuk tidak berpartisipssi atau Golput maka diadakan seminar yang mengangkat tema “GBKP Anti Golput” Seperti kali ini yang dilakukan oleh jemaat GBKP se-Klasis Jakarta – Banten menghadirkan pembicara
1. Bapak Djasarmen Purba (sosialisasi 4 Pilar MPR RI)
2. Bapak Wahyu Setiawan
(Komisioner KPU Pusat)
3. Bapak Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Kordinator bidang Kemaritiman)
4. Bapak Moeldoko (Kepala Staff Kepresidenan) *dalam konfirmasi
5. Pdt. Martin Lukito ( PGI Pusat)
dimoderatori oleh Pdt Analgin Ginting (Master Trainer- Motivator Tingkat 5), Serta undangan dari
Bapak Abdul Ghopur (Direktur Kajian Strategis Bangsa Nahdatul Ulama, Intelektual Muda NU.

Ketua Permata (kamu muda) Edo mengatakan untuk kaum muda khususnya bisa mengerti mereka memilih hak politik, hak dalam bernegara melalui pemilu pastinya.
Sehingga kedepannya mereka mempergunakan hak pilihnya dengan baik, sehingga GBKP bisa menekan angka golput.
Dan kita memberikan pelajaran khususnya untuk kaum muda Punya hak pilih masing masing.

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Djasarmen Purba. SH, menaruh perhatian yang besar pada hal tersebut. Dikatakannya, rakyat Indonesia harus memahami bahwa pilkada dan pemilu adalah pesta rakyat. Disitulah momen tepat implementasi kedaulatan rakyat.

Jadi sangat disayangkan jika rakyat apatis lalu memutuskan tidak berpartisipasi atau golput. Sangat penting untuk rakyat sadari bahwa rakyat memiliki hak yang sudah diberikan UUD,” ungkapnya kepada masyarakat saat sosialisasi Empat pilar kebangsaan di Gedung Juang, Jakarta Pusat, Minggu (12/08/2018)

Djasmen menekankan melalui Pasal 1 ayat 2 yang menyatakan kedaulatan berada di tangan rakyat Indonesia. Itu adalah kekuasaan besar makanya jangan sampai golput. Jika rakyat menyadari haknya itu dan berpartisipasi aktif secara baik maka rakyat akan memilih bupati terbaik, gubernur terbaik, DPRD terbaik, DPR terbaik, Presiden terbaik sehingga dampak baiknya akan kembali kepada rakyat.

“Itulah tanda mencintai Indonesia,” ujar Djasarmen di hadapan 300 peserta yang menghadiri sosialisasi antara lain tokoh agama, tokoh masyarakat, media, mahasiswa, dan jemaat GBKP.

Menurutnya, yang perlu dipegang dan diingat seluruh rakyat Indonesia adalah dalam menghadapi tahun politik yang penuh hingar bingar harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Tetap menjaga kecintaan kepada Indonesia. Untuk itu upaya-upaya untuk menuju kecintaan kepada Indonesia sangat penting dilakukan salah satunya dengan memahami kembali nilai-nilai luhur bangsa melalui berbagai cara salah satunya dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR.

“Sangat penting sekali mengenal tentang Indonesia kita melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR supaya kita semakin memahami dan semakin sayang kepada Indonesia kita. Jika kita semakin mengenal dan kemudian sayang kepada Indonesia maka maka kontribusi kita kepada Indonesia akan makin tinggi, salah satu konribusi itu adalah partisipasi kita pada penyelenggaraan pilkada dan pemilu yang akan datang,” ucapnya.

Mengenal kembali Indonesia, kata Ridwan, akan sedikit demi sedikit bahkan menghilangkan sama sekali berbagai kesalahpahaman yang terjadi ditengah masyarakat Indonesia diantaranya kesalahpahaman bahwa demokrasi Indonesia itu bid’ah atau kafir yang disebut Indonesia Phobia. Hal itu terjadi karena kurangnya pemahaman akan Indonesia dan perjalanan sejarah Indonesia.

“Untuk itu, mari kita sama sama menjaga NKRI dengan tetap teguh pada UUD dan Pancasila. Maka sosialisasi 4 Pilar ini bisa sebagai jawaban dan ruh kedaulatan bangsa jelang tahun politik,” pungkasnya.(Lelly)

Related posts

Leave a Comment