Nasional 

LPBI-NU MENGGANDENG KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP ADAKAN TRAINING OF TRAINER MASALAH SAMPAH BERBASIS LINGKUNGAN

DAILYNEWSJAKARTA.COM,(29/08/2018)

Dalam al-Qur’an dijelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Kewajiban manusia sebagai khalifah di bumi adalah dengan menjaga dan mengurus bumi dan segala yang ada di dalamnya untuk dikelola sebagaimana mestinya.

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Bekerjasama dengan PBNU adakan Training of Trainer (TOT) “Management Bank Sampah Berbasis Lingkungan”, kepada 90 orang Perwakilan se-Jawa dan DKI Jakarta dari LPBI-NU.
yang dilaksanakan di Park Hotel, Jakarta Timur, Rabu (29/08/2018)

Rosa Vivien Ratnawati selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengatakan dalam sambutannya, “Saya sangat senang dan bersyukur isu sampah sekarang ini menjadi perhatian banyak pihak. Saya selaku orang yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah secara nasional saat ini memiliki banyak kawan dalam menyelesaikan persoalan sampah, khususnya sampah lingkungan.

“Berdasarkan data KLHK, jumlah timbunan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang perhari sebesar 0,7 kg. Jumlah timbunan sampah rata-rata harian dikota metropolitan (jumlah penduduk 1 juta jiwa) dan kota besar (jumlah penduduk 500 ribu-1 juta jiwa). Dan paling dominan dihasilkan di Indonesia sampah organik.” tambah Dirjen menjelaskan dalam sambutannya.

“Saya berharap kegiatan Training Of The Trainer (TOT) dapat membangun gerakan publik dalam pengurangan sampah di sumber melalui penerapan prinsip 3R dan sekaligus langkah meningkatkan pemahaman, kesadaran dan kepedulian masyarakat khususnya warga NU, dengan melakukan pendekatan keagamaan khususnya agama Islam dengan mengamalkan salah satu prinsip kebersihan.” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LPBI-NU Moh. Ali Yusuf menyambut baik kegiatan Training of Trainer (TOT) tersebut,” kami LPBI-NU, maka kita tertarik untuk bagaimana pengelolaan sampah yang benar dan baik, agar sampah tersebut tidak hanya menumpuk akan tetapi bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Dan harus bisa memanfaatkan moment dan proses pembelajaan di Lingkungan masing masing.
Sampah jika di kelola secara baik dan benar, bisa menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomis. (lelly)

Related posts

Leave a Comment