Bisnis 

GENERASI MILLENIAL PANGSA PASAR POTENSIAL DI INDUSTRI PROPERTY

DAILYNEWSJAKARTA.COM,(17/10/2018)

Property adalah salah satu topik yang kerap diperbincangan dalam masyarakat karena property merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Property pun telah mengalami transformasi setidaknya dalam 20 tahun terakhir di Indonesia.

Bagaimana juga manusia tetap akan membutuhkan rumah secara fisik dan properti tidak akan digeser oleh segala atribut virtual, hanya saja dibutuhkan konsep konsep baru dalam membangun dan menjual properti di era millenial jaman sekarang.

HIPMI dan REI hari Rabu (17/10/2018) melaksanakan seminar dengan tema ‘”Be The Next Property Preneur”. ini ingin mengajak dan menumbuhkan semangat kewirausahawan bagi anak muda dalam meraih peluang pasar properti di era sekarang.

Ketua OC seminar Jaya Property Club, Fristian Kalalembang melihat bahwa properti adalah basic needs generasi milenial, yang belum sepenuhnya memahami kebutuhan dasar mereka sendiri. Karena itu, tugas developer untuk memberi edukasi kepada millenial agar mereka mulai memahami betapa pentingnya memiliki sekaligus berinvestasi di properti.

“Untuk dapat masuk ke generasi ini developer tidak bisa serta merta secara langsung memasarkan produk dengan cara-cara konvensional. Ratusan informasi proyek properti on hand bagi generasi ini, gadget mereka adalah sumber informasi itu,” jelas Fristian

Generasi ini harus dapat dirangkul, para marketer harus mampu berbaur dan mengikuti gaya milenial ini. Bahkan, saya haruskan para marketer kami ikut masuk dalam komunitas mereka, “kongkow” dengan milenial, ikuti hobi mereka.”

Fristian juga menekankan agar para pemasar paling tidak harus memahami 10 produk-produk properti kompetitor di sekitar proyek mereka. “Dan mereka juga harus update, proyek-proyek apa yang sedang menjadi trending topic di media sosial. Ini penting, karena para milenial ini sangat update akan informasi, maka harus diimbangi juga dengan pengetahuan yang kuat dari marketer kami.”

Lebih dari itu, jika ingin menyasar kaum milenial ini, menurut Fristian, developer wajib memahami kebutuhan mereka. Menurutnya, anak-anak muda sekarang tidak terlalu membutuhkan space hunian yang luas. Sebagian millenial menyukai tempat tinggal yang praktis namun memiliki fasilitas-fasilitas yang lengkap.

“Mereka tidak butuh ruang tamu, untuk menjamu tamu tidak perlu ke unit apartemen, tinggal ajak tamu ke Starbuck, atau F&B Area. Bahkan di pantry, mereka tidak punya kompor gas atau alat-alat masak yang ribet, makan tinggal panggil gojek atau ke resto-resto cepat saji di kawasan tinggal mereka.”

Senada dengan Dr.Ayla Aldjufrie yang menjabat sebagai Wakil Bendahara umum Rei pusat ,
” Melihat potensi yang besar itu maka beberapa pengembang properti ternama di dunia berlomba-lomba menarik perhatian kaum millenial untuk menjadi konsumennya. Berbeda dengan kelompok generasi Y, generasi millenial yang kreatif punya media tersendiri yang bisa dimanfaatkan untuk pendekatan”ujarnya.

Gaya hidup aktif dan dinamis ala kaum urban juga mempengaruhi kaum milenial dalam memilih unit properti. Jenis olahraga yang sarat akan gaya hidup perkotaan seperti pusat kebugaran, yoga, dan kolam renang minimalis kini menjadi fasilitas wajib untuk sejumlah proyek apartemen baru.

Beberapa kaum milenial bahkan ada yang memilih gaya hidup mewah ketimbang kepemilikan properti.

Untuk tipe hunian vertikal diprediksi menjadi pilihan tempat tinggal yang ideal untuk generasi millenial di masa depan. Sikap yang cenderung individualis dan senang terhadap segala sesuatu yang praktis membuat tinggal di apartemen adalah solusi tepat.

Salah satu apartemen di London menargetkan kaum millenial sebagai konsumen utamanya. Apartemen bernama Landmark Pinnacle ini memiliki 75 lantai dengan fasilitas seperti pusat kebugaran, teras privat, dan bioskop.

“Harus diakui bahwa fasilitas yang meningkatkan aspek sosial seperti restoran, bar, dan supermal yang dekat dari hunian menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka. Jadi, apabila Anda hendak merancang proyek hunian terbaru, pastikan untuk mengikuti tren yang diinginkan oleh generasi millenial agar tidak kehilangan pangsa pasar yang prospektif ini,”ujarnya

 

Related posts

Leave a Comment