Uncategorized 

KOMITE SEKOLAH DIHARAPKAN TINGKATKAN KUALITAS SDM

DAILYNEWSJAKARTA.COM, (25/02/2019)

Salah satu pendiri FKKSMN, Iman mengatakan, pihaknya menggagas pembentukan FKKSMN itu karena lembaga komite sekolah yang Permendikbud No.75 tahun 2016 itu belum berfungsi sebagaimana mestinya. Menurutnya, masih banyak komite sekolah yang hanya formalitas bahkan dibilang tukang stempel ketika ada bantuan ke sekolah terkait.

“Fakta di lapangan, teman-teman komite sekolah ini tidak tahu apa-apa tentang peran dan fungsi komite sekolah. Terkadang kita ujug-ujug disuruh tanda tangan laporan keuangan, dana BOP, BOS, dan lain-lain. Ada semacam ketakutan juga, kepala sekolah takut menyalahi tapi di sisi lain komite sekolah pun banyak tidak tahunya,” kata Iman.

Atas dasar itu, pihaknya membuat forum komunikasi komite sekolah dan madrasah. Bahkan, untuk menyukseskannya digelar Kongres Komite Sekolah dan Madrasah Nasional pada Senin (25/2/2019) di Gedung Serbaguna Komplek DPR RI Kalibata Jakarta Selatan. Kongres ini dihadiri oleh 300 peserta yang terdiri dari Pengurus Komite Sekolah dan Madrasah, serta para Tokoh Masyarakat dan praktisi pendidikan.

“Tujuan utama Kongres Komite Sekolah dan Madrasah Nasional ini adalah membentuk Organisasi yang mewadahi seluruh Komite Sekolah dan Madrasah seluruh Indonesia yang akan menjadi mitra pemerintah dalam turut serta mewujudkan peran masyarakat dalam memajukan dunia pendidikan,” jelasnya.

Ketua Panitia Pelaksana Kongres Komite Sekolah dan Madrasah Nasional 2019, Yudi Ramdani mengatakan, kongres itu ditujukan untuk mendapatkan dasar dalam menciptakan standarisasi bagi pengurus komite sekolah. Menurutnya, tidak sedikit masyarakat dibebankan biaya tinggi untuk menjalani proses pendidikan di sekolah.

“Kita bentuk sebuah lembaga untuk memperkuat pengurus komite sekolah yang selama ini ada di sekolah masing-masing. Kita ingin menegaskan lagi agar semua pengusung komite sekolah tahu tugas dan fungsinya apa,” tegasnya.

“Kita bisa bersikap untuk berserikat dan berkumpul itu penting, yang penting tidak melanggar peraturan perundang-undangan. Mudah-mudahan dengan ini kita bisa memberikan sumbangsih untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kita,” ujar anggota DPR RI, Biem Triani Benjamin, di Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas SDM, ungkap politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, katanya, tidak sedikit kesenjangan di sektor pendidikan masih belum menemukan solusinya.

“Karena di madrasah pun sebenarnya pendidikan anak bangsa juga. Ini bukan perjuangan saya sendiri, tapi ramai-ramai. Sekarang ini kan seolah madrasah seperti dianaktirikan untuk pendidikannya,” kata Biem.

“Memang kita ini sedang merancang Undang-undang pendidikan. Karena untuk sekolah umum ada di kementerian pendidikan sedangkan madrasah ada di Kementerian Agama. Nah, ini mau kita sinkronkan,” sambungnya.(Lly)

Related posts

Leave a Comment