June 26, 2019 Daily News Jakarta

ICRP “MENEGASKAN KEMBALI POLITIK KEBANGSAAN PERNYATAAN KEPRIHATINAN TOKOH-TOKOH AGAMA/KEPERCAYAAN MEMASUKI TAHUN POLITIK

DAILYNEWSJAKARTA.COM, (23/03/2019)

Memasuki tahun 2019, cuaca politik di tanah air dipenuhi oleh gejolak, ketegangan dan polarisasi yang panas. Hal ini lumrah karena di tahun ini Indonesia akan menyongsong pemilihan umum serentak yang mencakup lima pemilihan, yakni pemilihan anggota DPR RI. DPD RI, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota, serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Untuk pertamakalinya kelima pemilihan itu berjalan serentak pada tanggal 17 April mendatang. Tidak heran jika tahun 2019 sering disebut sebagai “tahun politik”.

Sudah tentu, pertarungan dalam proses politik tersebut sangat keras dan menimbulkan polarisasi dalam masyarakat luas. Apa yang dipertaruhkan dalam pemilu serentak itu bukan hanya soal siapa yang terpilih dan akan menduduki jabatan apa, melainkan kedewasaan masyarakat kita dalam berdemokrasi. jika kita dapat melalui proses pemilihan serentak itu dengan damai, jujur, adil dan santun, maka itu akan menjadi tonggak sejarah penting bagi masa depan Indonesia yang lebih baik. Namun jika sebaliknya yang terjadi, maka bukan tidak mungkin proses pemilihan serentak itu akan memporak-porandakan tatanan kehidupan bersama kita sebagai umat beragama, bangsa dan negara.

Akhir-akhir ini, jika diamati dengan jernih, kecenderungan polarisasi dalam masyarakat kita sudah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan. Polarisasi itu telah memecah belah bukan saja antar-golongan dan antar-agama dalam masyarakat luas, tetapi sudah mempengaruhi hubungan kekerabatan dalam keluarga yang terpecah hanya karena berbeda pilihan politik. Bahkan polarisasi ini lebih terasa keras dan destruktif di dalam umat agama yang sama. Polarisasi ini makin diperburuk karena ruang-ruang sosial kita dipenuhi oleh aneka pelintiran kebencian (hate spin), berita bohong (hoax), maupun kampanye hitam (black campaign) yang terstruktur dan massif sebagai dampak dari kultur digital yang baru.

Bertolak dari keprihatinan tersebut, maka pada tanggal 25 januari lalu, tokoh-tokoh agama/kepercayaan bertemu dalam acara Pertemuan Tokoh-tokoh Agama/Kepercayaan yang difasilitasi oleh ICRP [Indonesian Conference on Religion and Peace) di Jakarta. Tokoh-tokoh agama/kepercayaan itu saling berbagi keprihatinan dan percikan pemikiran untuk “Meneguhkan Kembali Pancasila”. Lewat percakapan yang berlangsung santai, jujur, dan dari hati ke hati, tokoh-tokoh agama menyepakati untuk membangun kerangka dasar bersama guna meneguhkan Pancasila sebagai landasan dan etika publik di dalam mengelola kebhinnekaan yang menjadi ciri utama masyarakat multikultural. Pokok-pokok pikiran tersebut akan menjadi sumbangan penting ICRP bagi masa depan bangsa dan negara Indonesia.

Selain rumusan pikiran tersebut, percakapan tokoh-tokoh agama itu juga menggarisbawahi beberapa hal yang menjadi keprihatinan bersama dan mendorong para elite politik maupun pihak-pihak pemangku kepentingan agar Menegaskan Kembali Politik Kebangsaan di tengah polarisasi yang kini meruyak. Seruan untuk menegaskan kembali politik kebangsaan itu dilandasi oleh beberapa fenomena yang
telah menimbulkan keprihatinan sbb:

Reformasi Mei 1998 telah membuka pintu sangat lebar bagi partisipasi politik masyarakat luas. Kenyataan ini, pada satu sisi, perlu disambut gembira; namun, pada sisi lain, tanpa ada kedewasaan dalam berpolitik, maka gairah berpolitik justru berpotensi menceraiberaikan persatuan. Kecenderungan ini tampak pada menguatnya politik elektoral yang hanya didasarkan pada perhitungan siapa dapat meraih suara terbanyak, sehingga mengabaikan, bahkan mengorbankan politik kebangsaan yang berjangka panjang.

Menguatnya politik elektoral tersebut ditandai gejala-gejala yang
memprihatinkan, seperti merebaknya sentimen primordial guna mendulang
suara, bangkitnya eksklusivisme keagamaan, menguatnya arus radikalisme, serta pembiaran praktik-praktik intoleransi dan persekusi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda. Para elite politik cenderung hanya mendengar suara konstituen mereka, tanpa peduli pada nilai-nilai Konstitusi maupun semangat Pancasila. Sementara itu ruang-ruang sosial kita dipenuhi oleh aneka pelintiran kebencian, berita-berita bohong, maupun kampanye hitam demi merebut kekuasaan.

Pancasila sendiri, sebagai landasan kesepakatan hidup bersama, sebagaimana dirumuskan oleh Soekarno dulu dalam Pidato 1Juni 1945, berada dalam ancaman serius dari berbagai sudut. Pada satu sisi, ada kelompok-kelompok radikal yang ingin mengganti landasan ideologis tersebut, atau memberinya tafsir sesuai dengan pandangan mereka (misalnya: “NKRI Bersyariah”). Pada sisi lain, keberadaan Pancasila kerap hanya menjadi slogan di kalangan birokrasi pemerintahan, karena nilai-nilainya tidak lagi menjadi spirit yang melandasi kebijakan publik. Sementara itu, generasi milenial cenderung tidak lagi peduli, sebagai akibat praktik pendidikan Pancasila yang hanya sekadar indoktrinasi dan bersifat sloganistis.

Kita juga mewarisi persoalan klasik korupsi yang sudah sampai pada tingkatan akut. Upaya-upaya reformasi birokrasi maupun revolusi mental, tampaknya belum berhasil sepenuhnya mengikis praktik-praktik dan mental korup yang menggejala di seluruh tingkatan pemerintahan, sekalipun KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sudah bekerja keras. Bahkan yang lebih memprihatinkan, para koruptor tidak lagi memiliki nurani dan saraf malu, sehingga mereka merasa biasa-biasa saja saat tertangkap tangan oleh KPK. Begitu juga, keadilan sosial yang merupakan salah satu tujuan kemerdekaan, masih jauh realisasinya. Memang benar, pemerintah sekarang sudah mengupayakan banyak program serius agar pemerataan hasil-hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat, termasuk di daerah-daerah terpencil. Namun masih dibutuhkan upaya dan kerja lebih keras agar tujuan itu dapat direalisasikan.

Akhirnya, kita juga menghadapi ancaman kiamat ekologis yang dapat menghancurkan seluruh kehidupan bersama. Kita sadar, ancaman ini memang bersifat mondial dengan perubahan iklim dan pemanasan global. Begitu juga secara geografis, Indonesia berada di atas cincin api (ring of fire) yang sangat rentan terkena bencana alam, baik itu gempa, letusan gunung berapi, maupun tsunami. Akan tetapi, persoalan tersebut makin diperparah oleh pengelolaan pembangunan yang rakus dan hanya demi kepentingan sendiri, tanpa pernah memperhitungkan generasi mendatang. Kerusakan lingkungan yang terjadi di banyak wilayah di Nusantara lebih merupakan hasil kerakusan ketimbang fenomena alam. Dan itu semua akan menimbulkan kiamat ekologis, jika tidak menjadi perhatian para elite politik maupun pemangku kepentingan, termasuk elite dan umat beragama.

Melihat rangkaian fenomena yang memprihatinkan itu, maka para tokoh agama/kepercayaan yang berkumpul dan berdialog dalam Pertemuan Tokoh-tokoh Agama/Kepercayaan lCRP sepakat untuk menyerukan dan mendorong para elite politik maupun pihak-pihak yang berkepentingan agar menyadari bahwa pertarungan dalam tahun politik ini bukanlah sekadar siapa yang akan merebut kekuasaan, melainkan perjuangan’untuk mengembalikan arah politik kebangsaan kita kepada khittahnya yang benar, yakni mempertahankan dan merawat negara-bangsa yang kita cintai bersama. Di dalam kerangka politik kebangsaan itu dibutuhkan:

1. Komitmen meneguhkan kembali Pancasila sebagai satu-satunya landasan dan ikatan kebersamaan kita sebagai bangsa yang majemuk tanpa mengingkari komitmen keimanan dan kepercayaan masing-masing umat;

2. Upaya sungguh-sungguh untuk mengakhiri praktik-praktik intoleransi, diskriminasi, dan persekusi, sehingga setiap kelompok masyarakat memiliki kedudukan setara sebagai warga negara;

3. Ketegasan pemerintah dalam menghadapi ancaman radikalisme maupun penyebaran pelintiran kebencian, berita bohong dan kampanye hitam;

4. Dukungan terhadap KPK untuk membersihkan praktik-praktik korupsi yang telah mencederai rasa keadilan dalam masyarakat; dan

5. Kebijakan pembangunan yang mengedepankan kemaslahatan kemanusiaan dan alam semesta, ekplorasi energi-energi terbarukan, maupun kecakapan dalam mitigasi kebencanaan berdasarkan kearifan lokal yang tersebar di seluruh nusantara.

Dalam menghadapi tahun politik ini, tokoh-tokoh agama/kepercayaan menyerukan kepada semua pihak, terutama pemerintah, agar memperteguh komitmen pelaksanaan pemilihan umum yang damai, menghindari politisasi agama maupun agamaisasi politik, serta fanatisme berlebihan terhadap pilihan-pilihan politik yang berujung pada polarisasi dalam masyarakat dan umat.

Semoga Tuhan, Pencipta dan Pemelihara Kehidupan, menyertai upaya mulia kita semua demi masa depan Indonesia yang lebih baik.(Lly)

Related Posts

RENCANA ZONASI KAWASAN STRATEGIS BUTUH KOMITMEN

November 8, 2018

November 8, 2018

DAILYBEWSJAKARYA.COM,(08/12/2018) Sudah hampir memasuki tahun kedua sejak ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia, hingga saat...

LPBI-NU MENGGANDENG KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP ADAKAN TRAINING OF TRAINER MASALAH SAMPAH BERBASIS LINGKUNGAN

August 29, 2018

August 29, 2018

DAILYNEWSJAKARTA.COM,(29/08/2018) Dalam al-Qur’an dijelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Kewajiban manusia sebagai khalifah di bumi adalah dengan menjaga...

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYAK KOTA MAKASAR MENERIMA PENGHARGAAN KATEGORI A

November 30, 2018

November 30, 2018

DAILYNEWSJAKARTA. (27/11/2018 )                Penilaian evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2018, dilaksanakan di Balai...

PERKUMPULAN MASYARAKAT TIONGHOA MARGA PENG JAKARTA GELAR PERAYAAN IMLEK 2019

February 20, 2019

February 20, 2019

DAILYNEWSJAKARTA.COM, (20/02/2019) Perkumpulan marga Peng, merayakan pergantian tahun baru pada Selasa (19/2/2019 ) bertempat di sebuah Restoran chinesse food di...

FENOMENA GERHANA BULAN TOTAL PADA AKHIR JANUARI 2018

January 30, 2018

January 30, 2018

DAILYNEWSJAKARTA.COM (29/01/2018) Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Senin (29/1/2018), di Jakarta, mengingatkan bahwa fenomena gerhana bulan...

MENANGGAPI PEMBANTAIAN TERHADAP RAKYAT OLEH OPM DI PAPUA, PPAD MEMINTA PEMERINTAH TETAP “MEMENANGKAN HATI DAN PIKIRAN RAKYAT PAPUA”.

December 7, 2018

December 7, 2018

DAILYNEWSJAKARTA.COM,(07/12/2018) Dalam rangka menanggapi kejadian pembantaian terhadap rakyat sipil dan anggota TNI oleh Gerombolan Separatis Bersenjata OPM di daerah Nduga...

KAVALERY GELAR PRESSCON AKSI REVOLUSIONER RODA DUA INDONESIA

September 18, 2018

September 18, 2018

DAILYNEWSJAKARTA.COM,(18/09/2018) Kavaleri dari Kesatuan Aksi Revolusioner Roda Dua Indonesia mengadakan konferensi Pers tentang keadaan garda yang akan mengadakan aksi demo...

MENTRI PERTANIAN BERIKAN PEMBEKALAN DAN ORIENTASI PADA 436 CPNS KEMENTAN

January 29, 2018

January 29, 2018

DAILYNEWSJAKARTA.COM (29/01/2018)    Menteri Pertanian Amran Sulaiman membuka Pembekalan dari orientasi CPNS Kementerian Pertanian Formasi 2017, sebanyak 436 CPNS. Dalam...

PP GPII GELAR SEMINAR NASIONAL DAN MENYERUKAN MASYARAKAT NO BLACK CAMPAIGN, NO HATE SPERCH DAN NO HOAX.

March 23, 2018

March 23, 2018 1

DAILYNEWSJAKARTA.COM (23/03/2018) Rencananya, ada 171 daerah yang mengikuti pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Hajatan pemilihan umum kali ini menjadi yang...

PERSATUAN MASYARAKAT NIAS BARAT DAN IKKBL ADAKAN LOKAKARYA STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN NIAS BARAT.

August 25, 2018

August 25, 2018

DAILYNEWSJAKARTA.COM (26/08/2018) Mengambil tempat di Auditorium Museum Kebangkitan Nasional, Senen, Jakarta Pusat. Persatuan Masyarakat Nias Barat Indonesia (PMNBI) dan Ikatan...

PSMTI ADAKAN HUT XIX DAN MUNAS VI DI JAKARTA

December 8, 2017

December 8, 2017

Dailynewsjakarta.com, (07/12/2017) Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) pusat menggelar Musyawarah Nasional ke-VI dan HUT XIX PSMTI, di Harris Vertu...

PROGRAM PELUNCURAN BUKU DENGAN NAMA KARTINI BLUE BIRD : THE SPIRIT OF EMAK-EMAK DILUNCURKAN BLUE BIRD.

May 11, 2018

May 11, 2018

DAILYNEWSJAKARTA.COM(11/05/2018) Jakarta, 11 Mei 2018 Sebagai bagian dari bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan perempuan sebagai sosok yang mampu memberikan kontribusi...

PERAYAAN HUT PEMBINA CEO GATHERING Dr. Hj. DEWI MOTIK PRAMONO KE 70 DIHADIRI KEPALA STAF PRESIDEN

May 14, 2019

May 14, 2019

DAILYNEWSJAKARTA.COM, (13/05/2019) CEO Indonesia gelar CEO Indonesia Gathering, buka puasa bersama Jenderal (Purn) TNI Moeldoko, Ketua CEO Indonesia dan Pembina...

PT.DJAKARTA INDUSTRIAL ESTATE PULO GADUNG GELAR HALBIL DAN HUT YANG KE 45

June 26, 2018

June 26, 2018

Dailynewsjakarta.com,(26/06/2018) Halabihalal yang digelar PT. JIEP jakarta Selasa (26/06/2018) sekaligus merayakan HUT PT. JIEP yang ke 45 ini dihadiri oleh...

RAPAT KOORDINASI VOKASI BERKUALITAS DAN RAMAH BERASRAMA

November 22, 2017

November 22, 2017

  Dailynewsjakarta.com ( Jakarta,21/11/2017) Kementrian Kordinator Bidang Kemaritiman Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, IPTEK, dan Budaya Maritim. Menggelar Rapat...

Comments
Leave a Reply

Your email address will not be published.